"Jasper, ini sangat merepotkanmu."Letha menatap Jasper dengan perasaan bersalah, sebab pria itu malah menyusulnya ke desa hanya demi memberikan uang cash sebagai pegangan."Aku bahkan melakukannya dengan senang hati, Letha!" ujar Jasper membuat Letha mendesah pelan. "Tapi, aku---""Sudah, jangan merasa terbebani," potong Jasper dengan cepat. "Aku tahu jika kau menggunakan uang dari kartu ATM-mu, maka Kak Jasper bisa mengetahui keberadaanmu," tambahnya."Meski begitu, aku masih memiliki pegangan," terang Letha benar-benar tidak ingin merepotkan Jasper. "Tidak apa-apa. Anggap saja ini sebagai uang saku untuk calon keponakanku!" cetus Jasper tak ingin ambil pusing. Lagi pula, ini bisa ia jadikan kesempatan untuk bertemu dengan Letha lebih leluasa.Letha kembali mendesah, lalu mengangguk, sebab tidak ingin terus memperdebatkan hal tersebut. "Letha, jadi bagaimana kabarmu?" Jasper kembali bertanya setelah keduanya diam dalam beberapa waktu."Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja,"
Last Updated : 2025-12-16 Read more