Raisa mengakui dengan tulus, "Oke, aku akui soal itu. Mulai sekarang, kalau ada hal penting yang terjadi, aku akan memberitahumu duluan, supaya kau nggak khawatir." Rian merasa lega mendengar kata-kata itu, ketidaknyamanan kecil di hatinya menghilang.Meskipun hanya sebentar!Namun, dia tetap tersenyum tipis.Ketika tidak tersenyum, dia tampak tenang dan dingin seperti pria dewasa, namun saat tersenyum, kesan muda langsung mendominasi, membuatnya cukup tampan."Kenapa belum dilepas?"Rian tidak melepaskan genggamannya. Sebersit rasa bangga melintas di sorot matanya saat senyumnya memudar, suaranya menjadi serius, "Aku mungkin nggak punya pengalaman sebanyak kau, tapi aku sudah setinggi ini sekarang."Dia bahkan memperagakan dengan tangannya. "Lihat? Aku hampir setengah kepala lebih tinggi darimu. Kau nggak bisa melepaskan diri dari genggamanku. Jadi, kalau soal berkelahi, kau nggak bisa mengalahkanku. Kau harus akui itu. Aku harus punya sesuatu yang lebih baik darimu, kalau nggak, kes
Read more