Bi Lia masih sering tanpa sadar menganggap Raisa sebagai nyonya rumah, dan setiap kali dia menyebut tentang Raisa, Kevin juga tidak pernah membetulkannya.Tapi, Bi Lia berusaha untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata-katanya.Anehnya, setelah bercerai, nafsu makan Kevin tidak lagi begitu aneh. Dulu pria itu sangat pemilih, tapi sekarang, asalkan tidak terlalu buruk, dia bisa memakannya.Tentu saja, Bi Lia tetap menjalankan tugasnya.Saat Kevin bekerja di ruang kerjanya, dia menyeduh teh hitam lalu mengantarkannya.Saat membuka pintu, dia melihat Kevin sedang memperhatikan sebuah gelas kaca bergambar pohon pinus yang indah. Bi Lia langsung menyadari bahwa itu adalah gelas yang dulu dipecahkan oleh Raisa menjadi dua bagian, lalu diperbaiki oleh Kevin dan diletakkan di ruang kerja.Setelah teh diletakkan di meja, Kevin baru menyadari kehadirannya, mengerutkan dahi, lalu bertanya dingin, "Kenapa nggak ketuk pintu?"Bi Lia tergagap, "Saya ... saya sudah ketuk, Pak." Kening Kevin semaki
Read more