Raisa bahkan sudah tidak tahu lagi apa yang sedang dia katakan, "Aku ... aku sekarang ... nggak bisa sendirian ... kau, apa kau bisa datang menemaniku? Aku nggak tahan ... Suri, aku nggak tahan lagi, aku benar-benar, benar-benar nggak tahan. Tubuhku sakit sekali, seluruh badanku sakit, semuanya sakit, aku rasanya hampir mati ...."Ponselnya terlepas dari genggaman. Raisa terjatuh di lantai, bahkan tidak memiliki tenaga untuk terisak, sementara air mata mengalir diam-diam.Suri sebenarnya tidak tega meninggalkan Raisa, dan bahkan belum beranjak dari sana. Begitu menerima telepon dari Raisa, dia langsung berlari keluar dari mobil.Saat keluar dari lift, pintu rumah Raisa terbuka. Suri berlari masuk dan melihat Raisa tergeletak di lantai ruang tamu.Semangatnya hancur, wajahnya dipenuhi keputusasaan.Air mata Suri langsung mengalir deras. Dia segera mengangkat Raisa, mengusap pipinya dengan lembut sambil menenangkannya, "Nggak sakit kok, nggak sakit ...."Baru ketika melihat Suri, sorot m
Read more