Jika tidak pernah berharap, tidak akan kecewa. Karena orang itu adalah Kevin, kekecewaan yang sudah ada menjadi lebih lagi.Dalam hitungan detik, perasaan Raisa mengalami naik turun seperti wahana halilintar.Begitu dia sepenuhnya menyadari pria di depannya adalah Kevin, muncul amarah meluap dalam dirinya, lalu berseru, "Kenapa bisa kau? Ngapain kau datang ke sini? Apa kau mengikutiku?" Kembang api terus meledak di langit. Sebelumnya ini adalah sorakan romantis, kini terasa seperti suara bising yang memekakkan telinga, membuat pelipis Raisa berdenyut."Kevin, kau benar-benar bajingan!" Saat Kevin berbalik, dia melihat harapan di sorot mata Raisa dengan jelas. Saat itu, jantungnya berdetak sangat cepat. Tatapan penuh sukacita seperti itu, sudah lama sekali tidak dilihatnya. Kevin untuk sesaat berpikir bahwa dirinya kembali ke masa lalu, kembali ke saat Raisa masih mencintainya. Kevin tidak pernah berharap waktu bisa berputar balik, tapi saat itu dia sangat menginginkannya. Tatapan c
อ่านเพิ่มเติม