Raisa tertawa sinis dan berkata, "Kevin, sepertinya khayalanmu ini nggak akan pernah terwujud seumur hidup!"Kevin bertanya, "Apa maksudmu?"Raisa berkata, "Setelah melihat yang lebih baik, aku nggak akan pernah lagi memandang yang buruk sepertimu."Kevin marah sampai menggeretakkan gigi dan berkata, "Raisa! Apa Bravi sebaik itu? Apa bagusnya dia?"Raisa berkata, "Karakter dan kepribadiannya jauh lebih baik darimu, dia juga tahu cara merawat orang! Bahkan di ranjang pun jauh lebih baik darimu, kau nggak bisa apa-apa, teknikmu di ranjang payah sekali! Aku dan kau nggak harmonis dalam hubungan seksual, apa kau nggak tahu? Aku pasti gila kalau mau balikan denganmu!"Kevin terkejut dan marah, wajahnya memerah. Raisa tahu betul kata-kata apa yang tidak bisa dia terima, dan justru sengaja mengatakannya untuk menyerang!Kevin butuh waktu lama untuk menenangkan emosi yang mengerikan itu. Dia menatap Raisa dengan tajam, lalu berkata, "Raisa, kau memang sengaja bilang begitu ya! Terus Bravi gima
Read more