Rivaldi mengangguk pelan. "Oh," ujarnya, tanpa bertanya lebih lanjut.Mereka pun masuk ke dalam rumah. Sejak tadi, Karlina sudah meminta para pelayan menyiapkan teh, aneka kudapan, dan buah-buahan. Suasana ruang tamu terasa hangat dan nyaman.Nadira dan Karlina duduk berdampingan sambil mengobrol tentang persalinan Shanaya, mulai dari rumah sakit, jasa perawat bayi, hingga perawatan setelah melahirkan. Semua dibahas dengan sangat rinci, tanpa ada satu hal pun yang terlewat.Rivaldi duduk di samping, sesekali ikut menyela pembicaraan. Namun, setelah Nadira menyindirnya dua kali, "Memangnya kamu yang belum pernah punya anak tahu apa?" Dia pun tahu diri dan memilih tutup mulut.Setelah itu suasana menjadi tenang. Hanya saja, pandangannya sesekali melirik ke arah tangga.Shanaya memperhatikan semua itu, tetapi tidak mengungkapkannya.Dia mengangkat cangkir tehnya, menyesap sedikit, lalu membuka percakapan seolah hanya berbicara tanpa maksud tertentu."Delara bilang nanti dia akan turun unt
Read more