Pesawat mendarat mulus di Bandara Istanbul saat fajar menyingsing, sekitar pukul 06:30 waktu setempat. Udara dingin menyapa mereka begitu keluar dari kabin, membuat Ayara langsung merapatkan jaket tebalnya. Raymond, dengan tas laptop di bahu, menggenggam tangan Ayara erat, tapi matanya sudah sibuk mengecek ponsel. "Akhirnya sampe juga, yank. Istanbul menanti," katanya sambil tersenyum, tapi nada suaranya agak tegang setelah petualangan 'sex in the sky' mereka semalam. Ayara tersenyum balas, tubuhnya masih hangat dari kenangan malam itu. "Iya, Mond. Gue excited banget. Bayangin, kita bisa jalan-jalan, makan kebab asli, trus malamnya... lo tau lah." Ia mengedipkan mata, tangannya menyusup ke saku jaket Raymond, mengusap pelan paha luarnya. Raymond tertawa pelan, menarik Ayara lebih dekat untuk ciuman singkat di bibir. "Lo nakal banget, Ra. Nanti di hotel gue bayar lunas, janji!" Proses imigrasi dan bagasi berjalan lancar, tapi saat mereka naik taksi menuju hotel di kawasan Sultanahme
Terakhir Diperbarui : 2025-12-15 Baca selengkapnya