Alarm berdering pelan di kamar cave suite mereka. Udara Desember menusuk hingga ke tulang, tapi begitu mata terbuka, excitement langsung menyala. Raymond dan Ayara buru-buru bangun, saling lempar jaket tebal, syal wol, topi kupluk—semua perlengkapan musim dingin sudah disiapkan semalam. "Welcome to Cappadocia sayang!" ucap Raymond AYARA menggigil sambil gosok-gosok tangannya, "Ya Tuhan, dinginnya kayak masuk freezer! Tapi demi sunrise balloon, gue rela jadi es krim." RAYMOND tersenyum dan menarik Ayara dan memeluknya sebentar, "Nanti di atas juga dingin, tapi gue peluk terus biar hangat." Mereka keluar kamar, napas mereka membentuk kabut putih. Van jemputan sudah menunggu di depan hotel. Malam sebelumnya, mereka berdua berendam di jacuzzi terrace suite batu alami itu—air panas berbuih, segelas wine merah, bercerita tentang mimpi ke Iceland nanti, Aurora Borealis, dan janji-janji kecil yang bikin hati hangat. Dari terrace, fairy chimneys terlihat seperti makhluk dari dongeng—batu
Terakhir Diperbarui : 2025-12-18 Baca selengkapnya