Berkali-kali Isela melirik spion, setiap kali dia melihat ada kendaraan yang mendekat, jantungnya berdebar kencang dirayapi ketegangan hebat.Kali ini, perjalanannya hanya ditemani oleh Asteria tanpa pengawalan apapun seperti apa yang pernah terjadi.Tidak bisa dipungkiri, bahwa situasi ini kembali mengingatkan dia pada kejadian dua minggu yang lalu saat dalam perjalanan ke rumah Marizawa dengan Catelyna.Sesak, terombang ambing dalam ketidak pastian sekalipun dia tahu, sedang berpegangan sesuatu yang kokoh dan kuat.Aresh memang tidak sehebat Beatrix, bibinya Jach. Namun Aresh adalah orang sangat nekat. Isela masih ingat betul, dihari ulang tahunnya yang ke 17 tahun, pria itu tiba-tiba mengalungkan pisau dilehernya dan menyeretnya pergi untuk didandani, dia memukuli Catelyna setiap kali Isela memberontak.Aresh memang tidak sehebat Beatrix Hemilton, bibinya Jach. Namun penjahat tetaplah penjahat, segala sesuatu yang datang didasari oleh hal buruk tetaplah menyakitkan.Riven yang dudu
Last Updated : 2025-12-17 Read more