Lihat Lukman yang kini berubah jadi seperti ini, perasaan Indra jadi nggak karuan, rumit, pahit, dan susah dijelaskan. Sejak kecil mereka tumbuh bersama, di hati Indra, ia sungguh anggap Lukman sebagai saudara. Namun sangat jelas, bagi Lukman, persahabatan itu nggak pernah seberharga itu. Ia sudah langkahi batas terakhir Indra.Dengan suara dingin, Indra berkata, “Di mataku, rasa persaudaraan kita sudah habis.”Kalimat itu bukan sekadar peringatan, itu pernyataan kalau sampai ada kejadian serupa lagi, ia nggak akan menahan diri.Lukman tentu paham apa yang tersirat.Ia tersenyum, tapi senyum itu dingin, menusuk, hampir menyeramkan.“Nggak pernah terbayang, suatu hari kita akan sampai di titik ini hanya karena seorang perempuan. Sampah sekelas itu bisa buat kamu sebegitu peduli. Indra, sejak kapan kamu jadi sama murahannya seperti Puspa?” katanya pelan.Belum selesai kalimat itu diucapkan, sebuah pukulan mendarat di wajahnya.Wajah Indra gelap dan tajam.“Lukman, kamu jangan keterlalua
Read more