Setiap kali lihat putranya nggak jaga dirinya dengan baik, Endah selalu teringat Puspa.Gimanapun, dalam hal rawat orang, gadis itu memang melakukannya dengan sangat baik, hingga Indra benar-benar terurus. Hal itu harus ia akui.Namun Puspa sudah nggak ada. Lima tahun telah berlalu. Seharusnya semuanya sudah dilepas pergi.Indra tahu arah pikiran ibunya.Ia berkata, “Di rumah kita nggak kekurangan pembantu. Dan aku bukan orang tolol, aku nggak sebodoh itu sampai bisa mati karena nggak rawat diri. Sudah, daripada khawatirkan aku, kenapa nggak pergi urus Lisa saja.”Begitu sang putri disebut, hati Endah langsung makin suntuk.Putranya buat dia cemas, tapi putrinya buat dia pusing tujuh keliling.Lisa semakin besar semakin liar. Pulang dari luar negeri, bukannya berubah jadi lebih baik, ia justru makin nggak punya arah, tiap hari buat keluarganya naik darah.Ia benar-benar nggak tahu ia punya dosa apa, sampai punya anak-anak yang begitu sulit diatur.Seperti panggil setan, setannya pun mu
Read more