Keesokan harinya, menjelang senja. Kakek Budi telepon Indra lagi, desak dia agar segera berangkat ke bandara. Usai selesaikan pekerjaannya, akhirnya Indra tetap pergi. Mobilnya tiba tepat pada waktu yang diminta. Ia turun, berdiri di dekat pintu keluar, tunggu orang yang bahkan ia nggak tahu siapa.Sampai saat ini, Indra nggak tahu siapa yang harus ia jemput. Kakek hanya berkata,“Dia kenal kamu. Begitu lihat kamu, dia yang akan hampiri kamu.”Nomor teleponnya pun telah diberikan. Jika nggak berpapasan, mereka akan hubungi dia langsung. Baru sekitar lima belas menit ia tunggu, tiba-tiba sebuah suara perempuan terdengar lantang dari kerumunan.“Kak! Kak Indra!”Alis Indra bergetar halus, nyaris nggak terlihat.Suara itu kembali terdengar, penuh semangat.“Kak Indra, aku di sini!”Indra ikuti arah suara itu dan temukan seorang gadis muda yang ia sama sekali nggak kenal, tarik koper dan lari ke arahnya sambil tersenyum cerah, seperti sudah kenal dia sejak lama.Lihat itu, kerutan di anta
Read more