“Ngapain kamu datang?” Nada Indra datar, suaranya tenang tanpa gelombang.Orang yang datang bukan siapa-siapa, melainkan Sonya.Sonya letakkan termos makanan yang dibawanya, suaranya lembut.“Aku antarin kamu makanan.”Indra berkata, “Bukannya aku sudah bilang, biar Cakra yang urus makananku. Lain kali, nggak usah antar lagi.”Sonya seperti nggak dengar penolakannya. Sambil buka kotak makanan, ia berkata perlahan, “Aku minta ahli gizi khusus siapkan makanan ini untuk kamu.”Indra jawab dengan nada dingin, “Nggak perlu.”Namun Sonya nggak ambil hati atas sikap dinginnya. Ia tetap berkata lembut, “Aku sudah telanjur siapkan. Sekarang makan saja dulu, yah? Habis ini aku nggak akan antar lagi, oke?”Indra menatapnya tanpa berkata apa-apa. Sonya sudah katakan kalimat itu berkali-kali, tapi pada akhirnya, tetap saja ia muncul dengan termos makanan di tangannya.Ia tahu, itu semua adalah niat baik. Tapi, itu nggak perlu.Indra berkata, “Bawa kembali saja makanannya.”Kali ini, ia nggak lembut
Read more