Suasana cafe semakin ramai, namun perhatian Denzel dan Vionka terpaku pada satu titik. Saat Stefano berbisik mesra ke telinga Tasya lalu pamit menuju toilet, Denzel memberikan kode halus kepada Bella. Wanita itu mengangguk tipis, meletakkan gelas minumannya, dan berjalan tenang mengikuti arah Stefano."Denzel, aku takut ini malah jadi bumerang," bisik Vionka, tangannya dingin karena cemas."Tenang, Vio. Orang seperti Stefano tidak pernah puas dengan satu wanita. Dia selalu ingin mengoleksi wanita yang lebih memikat," jawab Denzel tenang sambil terus mengawasi area lorong kamar mandi.Di lorong yang sedikit remang dan sepi itu, Stefano baru saja mencuci muka saat Bella muncul di pantulan cermin. Wanita itu sengaja menjatuhkan antingnya tepat di dekat kaki Stefano."Aduh, maaf, bisa tolong ambilkan?" suara Bella terdengar manja, serak-serak basah yang mematikan.Stefano membungkuk, mengambil anting emas itu, dan saat berdiri, wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Mata Stefano
Read more