Knox Bennet menatap layar ponselnya dengan napas pendek dan jantung yang berdebar. Ada e-mail masuk dari Maison Arte, rumah mode papan atas yang tengah menggarap kampanye global. Ia sangat yakin jika ini e-mail itu berisi final dari kontrak besar yang sudah ia bicarakan bersama rumah mode itu secara lisan. Kontrak yang akan membuat namanya naik ke level internasional. Dengan penuh harapan, ia pun segera menggeser layar dan langsung membaca isinya,. Namun beberapa saat kemudian, sekujur tubuhnya terasa dingin. Mata birunya membelalak lebar, dan kulit wajahnya memucat. Kontrak itu ternyata... dibatalkan. Secara sepihak. Tanpa negosiasi, tanpa tawar-menawar. Di sana dituliskan juga alasannya, yaitu, "kami memutuskan untuk memilih representasi lain yang lebih sesuai dengan strategi brand.” Kalimatnya kaku, diplomatis, dan dingin, tetapi Knox merasa curiga bahwa ini bukan alasan teknis, melainkan ada intervensi. Ia lalu mencari kontak nomor agennya dan menekan tombol sam
Last Updated : 2025-12-06 Read more