Tidak ada Alex membuat Zea kesepian. Walaupun di rumah ada sang ibu, tapi menurut Zea ibunya terlalu cuek. Yura, sang ibu hanya sibuk dengan urusannya sendiri. Seperti halnya pada sore hari itu, Yura yang baru saja pulang kerja masih duduk santai di kursi. Zea keluar dari dalam kamar dan hendak pergi keluar. "Mau pergi ke mana kau!" Ucapan Yura membuat Zea menghentikan langkahnya dan menoleh pada Yura. "Mau ke toko depan," jawabnya singkat. Langkahnya kembali tercekat saat Yura berkata. "Toko depan, mau apa? Jangan mencuri!" serunya menurunkan ponselnya dan menatap Zea. "Tidak. Aku tidak mencuri. Aku hanya ingin membeli pensil warna," sahutnya lirih. Yura menarik napas panjang. Kebetulan hari itu dia mendapat bonus dari bosnya, lalu Yura mengambil uang dari dalam tasnya dan memberikannya pada Zea. "Ini. Jangan boros-boros!" pesan Yura dengan nada setengah tinggi. Zea tersenyum dan menghampiri sang ibu. "Terima kasih, bu." Bahkan Zea mengecup manis pipi kiri Yura membu
Last Updated : 2025-12-02 Read more