PAGI ITU, KANTOR REDAKSI KOMPAS, JAKARTADimas Prakoso duduk di depan komputer redaksi dengan mata merah, tidak tidur semalaman. Di layarnya terbuka puluhan tab browser, dokumen bocoran dari flashdisk Pak Fikri, file rahasia dari Pak Darma, foto-foto korupsi Rendra Kusnadi, dan yang paling bombastis, bukti keterlibatan Pak Sadewa Hartono, Wakil Gubernur, dalam jaringan korupsi konstruksi dan kultivasi gelap.Jari-jarinya mengetik cepat, menyusun artikel investigasi terpanjang dalam karirnya.[JUDUL DRAFT: "KORUPSI TRILIUNAN RUPIAH: JARINGAN GELAP PEJABAT, KULTIVATOR, DAN KONGLOMERAT YANG MENGUASAI KONSTRUKSI INDONESIA"]Pemimpin redaksi Pak Budi, pria paruh baya dengan kacamata tebal, berdiri di belakang Dimas, membaca draft di layar dengan mata melebar."Dimas, ini... ini terlalu besar. Kalau kita publish ini, banyak orang berkuasa yang akan jatuh. Termasuk Wakil Gubernur.""Justru itu tujuannya, Pak." Dimas tidak mengalihkan pandangan dari layar. "Kita jurnalis, tugas kita ungkap ke
Last Updated : 2026-01-23 Read more