Dua Minggu Setelah Insiden Mei Lin, rumah keluarga Ryan yang biasanya penuh dengan kehangatan dan tawa kini terasa seperti kuburan. Keheningan yang berat menggantung di setiap ruangan, terutama di kamar Kai yang pintunya sudah tidak dibuka dari dalam selama berhari-hari.Ryan duduk di luar pintu kamar anaknya, punggung bersandar di dinding, kepala di tangan. Ini sudah hari keenam berturut-turut dia duduk di sini, mencoba mengajak Kai bicara."Kai, sayang…" suaranya lembut, penuh kesedihan. "Ayah tahu kamu bisa dengar. Tolong, katakan sesuatu. Apa saja."Tidak ada jawaban, hanya keheningan yang menyakitkan. Sementara di dalam kamar, Kai meringkuk di sudut tempat tidur, memeluk boneka beruang tua yang sudah dia miliki sejak bayi. Matanya menatap kosong ke dinding, tidak benar-benar melihat apa-apa.Setiap kali dia menutup mata, kegelapan kembali datang. Tsunami karma hitam yang mencengkeram, labirin kenangan yang mengerikan, suara Zhang Wei yang mengaum di telinganya. Dan yang terburuk
Last Updated : 2026-03-16 Read more