Di kediaman Dirgantara.Dira sampai di pekarangan rumah, masih di dalam mobil, ini kali pertama dia ketakutan untuk pulang ke rumah sendiri.“Apa aku benar-benar harus pulang?” tanyanya pada dirinya sendiri, lalu tidak lama kemudian, mobilnya terdengar dipukul dari luar dan membuatnya sangat terkejut.Vira sedang bersedekap di depan mobilnya, pandangan kakaknya itu terasa sangat mengintimidasi. Dengan tubuh yang gemetar dia keluar dari mobil.“K-kak Vira,” sapanya dengan senyuman kaku.“Sudah membuat kekacauan besar kau malah senyum-senyum tanpa dosa. Cepat masuk!” perintahnya.Setelah menarik napas dalam akhirnya dia berjalan masuk mengikuti Vira dari belakang, jantungnya berpacu cepat, langkah kakinya terasa berat seperti menyeret beban yang melebihi berat tubuhnya sendiri.Dira dibawa ke ruang kerja Dirgantara, di sana semuanya sudah berkumpul, suasana terlihat sangat tegang dan cukup mencekam, terutama Febiola yang melihat ke arahnya dengan pandangan cukup rumit.“Ka-kalian sudah
อ่านเพิ่มเติม