Setelah Kevin mengucapkan kalimat itu, suasana di antara mereka tidak lagi sama.Wajah Harasta masih mempertahankan senyum tipisnya, tetapi sorot matanya berubah. Ia terlalu terlatih untuk menunjukkan kegugupan di hadapan orang banyak, namun getaran kecil di rahangnya tidak bisa disembunyikan. Tangannya mengepal sebentar, lalu kembali rileks seolah tidak terjadi apa-apa.Beberapa detik berlalu dalam diam.Kevin tidak memberi Harasta kesempatan untuk mengulur waktu lebih lama.“Tuan Harasta,” ucapnya lagi, nadanya sama tenangnya, “kira-kira apa yang ingin Anda bicarakan?”Pertanyaan itu terdengar sederhana, tapi cara Kevin mengulangnya membuat Harasta merasa seolah sedang ditekan.Harasta menarik napas dalam. Saat ia berbicara, suaranya terdengar stabil, meski ada getaran halus yang tidak bisa ia sembunyikan.“Tuan Kevin,” katanya, “karena kita memiliki beberapa proyek kerja sama ke depan, saya ingin mengundang Anda secara pribadi untuk jamuan di rumah saya.”Kevin mengangguk pelan, seo
Last Updated : 2026-01-31 Read more