"Tsk, pantas saja ajak kita semua ke sini. Ternyata mau minta angpau ya." Alvian tertawa, lalu membuka foto itu dan melihatnya sekilas.Landon tanpa sadar mengangkat sudut bibirnya, lalu menatap Brianna.Wajah gadis kecil itu sangat masam. Bibirnya terkatup rapat menjadi satu garis lurus, sementara tangannya terkulai lemas. Lucano menyelamatkan ponselnya dengan sigap."Ada apa, Brianna? Kamu nggak enak badan? Kok wajahmu jadi sepucat itu?" Lucano berseru pelan, bahkan tak peduli lagi pada ponsel yang tadi hampir jatuh ke lantai, lalu berjalan ke sisi Brianna.Alvian juga berdiri. Ekspresinya sedikit berubah."Maaf, aku perlu ke toilet sebentar." Brianna memaksakan seulas senyuman. Tangannya sedikit gemetar.Alvian bertanya pelan, "Bagian mana yang nggak enak? Kakak antar kamu pulang.""Aku nggak apa-apa, jangan urus aku." Nada Brianna kurang bersahabat, wajahnya jelas menuliskan "jangan ganggu aku", tetapi hanya sesaat. Dia menarik napas dalam-dalam, "Kak, biarkan aku sendiri sebentar,
อ่านเพิ่มเติม