Maggie merasa angin dingin dari kulkas menerpa tubuhnya dan terasa nyaman. Akan tetapi, jelas tidak ada orang normal yang mendinginkan diri dengan membuka kulkas. Dia mengobrak-abrik isi kulkas, berniat mengambil es krim cone, tetapi tangannya tiba-tiba dicegat."Hei hei hei.""Lambungmu lagi nggak enak, masih saja mau makan yang dingin. Kamu ini punya dendam sama tubuh sendiri ya."Maggie mengerucutkan bibir, lalu kembali duduk. Dia melihat Easton mengaduk cairan telur di mangkuk kaca dengan sumpit. Penampilannya sama sekali tidak seperti tuan muda yang tidak bisa memasak.Maggie semakin yakin, waktu itu Easton sengaja membuat bubur gosong hanya untuk memotong pembicaraannya dengan Owen.Tak lama kemudian, semangkuk telur kukus yang bening dan lembut diletakkan di depannya. Maggie memegang sendok, lalu mengambil sedikit dan memasukkannya ke mulut."Enak," puji Maggie. Dia bahkan mengacungkan jempol.Wajah Easton tetap tenang, tetapi sudut matanya terangkat tipis, bibirnya membentuk le
Magbasa pa