Easton mengikutinya masuk ke kamar tidur. Dia menyibakkan selimut, bersandar di kepala ranjang, dan menatap Maggie. Di mata yang dalam itu terlintas seberkas cahaya.Wajahnya dingin dan tegas, alisnya tajam, sorot matanya culas dan dalam. Dia berbaring di atas seprai berenda pink. Kontras yang ekstrem, tetapi justru sedap dipandang.Easton mengangkat pandangan ke arahnya, menepuk sisi ranjang, lalu berkata dengan nada menggoda, "Naik."Maggie menggeleng dengan waspada. Dia berbalik, lalu berlari masuk ke kamar mandi. Saat pintu menutup, dia masih mendengar suara Easton yang mengandung sedikit tawa. "Perlu aku bantu?""Nggak!" Maggie kesal dan memeluk jubah mandinya lebih erat, lalu berteriak ke arah luar pintu.Easton menurunkan kelopak matanya dan tertawa pelan beberapa kali. Dia kembali naik ke ranjang, menarik laci nakas rendah di sampingnya. Di dalamnya ada sebuah kotak beludru biru tua.Dia melirik pintu kamar mandi yang tertutup rapat, lalu membuka kotak itu dengan tangan yang se
Read more