LOGINSetelah menghabiskan satu malam penuh kemesraan, Maggie menjadi Nyonya Keluarga Devantara. Tunangannya secara pribadi mengantarnya ke ranjang pria lain, lalu malah menikahi adik angkatnya. Semua orang meninggalkan Maggie dan menindasnya. Dia pernah berpikir bahwa Easton berbeda dari yang lain. Tidak disangka setelah tiga tahun pernikahan, dia dilukai begitu dalam. Anaknya meninggal di dalam kandungan, sementara kekasihnya menantangnya secara terang-terangan. Dia tidak ingin lagi mencintai siapa pun, juga tidak ingin jatuh cinta lagi. .... Easton selalu mengira bahwa Maggie adalah miliknya dan bisa dia perlakukan sesuka hati. Namun, ketika Maggie meninggalkannya tanpa menoleh, dia benar-benar panik. "Easton, sadarlah. Hubungan kita sudah lama berakhir." Easton menahan air mata di pelupuk matanya. Dia menolak, "Aku nggak mau hubungan kita berakhir." Kali ini, Maggie memilih untuk mengikuti kata hatinya. Dia memberanikan diri untuk jatuh cinta satu kali lagi, tetapi hanya sekali.
View MoreTidak ada satu pun makanan yang menjadi sia-sia. Maggie hamil tujuh bulan, tetapi tubuhnya tetap ramping. Selain kaki yang sedikit bengkak dan kulit perut yang agak mengeras, seluruh tubuhnya tidak menunjukkan reaksi kehamilan yang terlalu besar.Dilihat dari belakang, sosoknya masih langsing. Namun, jika dilihat dari depan, sama sekali bukan begitu. Sekarang bahkan pakaian longgar pun tak mampu menyembunyikan perutnya yang seperti bola. Bulat dan montok, seperti menyelipkan semangka besar di pelukan.Maggie memasang wajah muram, berdiri di depan cermin besar di ruang ganti lantai dua, berputar ke kiri dan ke kanan. "Di dalam ruangan nggak mungkin pakai mantel. Sepertinya memang nggak bisa disembunyikan lagi."Easton tidak menganggapnya serius. Dia memeluknya dari belakang, mengecup lehernya dengan penuh hasrat. Suaranya tetap santai seperti biasa. "Kalau nggak bisa disembunyikan, ya sudah nggak usah. Sudah tujuh bulan. Memangnya kamu benar-benar mau nunggu sampai anak-anak lahir baru
Easton tersenyum tanpa berkata apa-apa, lalu menutup telepon. Dia memang tidak melanggar kesepakatan mereka berdua, tidak lebih dulu membocorkan kabar kehamilan itu kepada siapa pun. Landon sendiri yang cukup cerdas, menebak dari intuisi dan kepekaannya.Sejak saat itu, setiap malam Easton selalu melakukan pendidikan janin. Dengan sungguh-sungguh, dia berbicara ke arah perut Maggie, "Ini Papa, ingat ya, ini Papa.""Putri kecilku yang manis, Papa sudah beliin satu lemari penuh gaun bunga dan boneka. Kamu harus patuh dan baik-baik di dalam perut Mama."Sambil menggigit apel, Maggie akhirnya menyadari ada keanehan dalam percakapan hangat pendidikan janin setiap malam itu. Setiap kali, Easton selalu bersikeras berbicara ke sisi kanan perutnya. Sisi kiri diabaikan."Kamu cuma bicara dengan satu bayi di dalam perutku?"Easton mengangguk dengan wajar. "Kurang lebih begitu."Tentu saja dia tidak berani mengatakan bahwa dalam hatinya dia sudah yakin Maggie mengandung sepasang anak laki-laki dan
Setelah selesai makan, keduanya naik mobil pulang. Di perjalanan, tatapan Easton dalam dan serius. Pandangannya terkunci pada perut Maggie yang sedikit membuncit."Lihat apa sih?" Maggie agak merinding karena terus ditatap."Aku lagi mikir, si kecil yang tadi nggak mau kerja sama saat USG itu jangan-jangan anak laki-laki? Mana mungkin dokter pakai kata nakal dan usil untuk menggambarkan anak perempuan." Easton berpikir dengan sungguh-sungguh, ekspresinya serius.Maggie sama sekali tidak terlalu peduli bayi dalam perutnya laki-laki atau perempuan. Baginya, ini seperti membuka kotak misteri. Saat waktunya tiba, tentu akan tahu jenis kelaminnya.Dia tidak memasukkan ucapan dokter tadi ke hati, hanya menggeleng. "Aku nggak tahu."Easton menghela napas. Satu tangannya menutup sisi kanan perutnya. Dia mendekat dan berkata pelan, "Kalau begitu, yang patuh tadi pasti anak perempuan. Anak perempuan memang pintar dan penurut."Tatapan Maggie yang setajam pisau menyapu ke arahnya.Easton berdeham
Easton meliriknya sekilas. "Masih mau pura-pura? Kamu sudah tahu mereka berdua bersama, 'kan?""Hah?"Easton menyesap teh dengan santai. Jarinya mengusap permukaan cangkir porselen. "Jangan kira aku nggak tahu. Kalian diam-diam punya grup, setiap hari bahas gosip dan kehidupan percintaan. Sejak kapan hubunganmu sama dia jadi sebaik itu?""Grup apaan .... Aku nggak ngerti kamu bicara apa." Maggie menunduk dengan perasaan bersalah, menggenggam ponselnya erat-erat.Faktanya, beberapa bulan terakhir mereka bertiga sering bertemu untuk makan bersama. Hubungan mereka semakin baik, obrolan grup pun luar biasa ramai. Sedikit saja tidak memegang ponsel, bisa langsung menghadapi ratusan pesan belum dibaca.Belum lama ini Jilly bahkan melempar sebuah postingan ke grup dan berseru.[ Girls, kalau suatu hari aku kenapa-napa, kalian harus bantu aku format ponselku, terutama riwayat chat grup kita. Hapus bersih. ]Maggie waktu itu hendak memarahinya karena berkata yang tidak-tidak, tetapi tanpa senga
"Sudahlah, jangan pamer kemesraan di depanku. Kita sudah sampai di bandara," kata Alvian. Bulu kuduknya sampai berdiri. Dia tidak menyangka Easton bisa setidak tahu malu itu melontarkan gombalan.Dia memarkir mobil di area parkir sementara dan melepas sabuk pengaman, lalu menjelaskan pada Maggie, "T
Easton menghela napas dan mengusap jejak air mata di wajah Maggie dengan ujung jarinya. "Maggie, aku menunggu jawabanmu.""Apa?" Suara Maggie terdengar sengau. Dia refleks menghindar dan tidak berani menghadapi kenyataan karena takut mengulang masa lalu yang buruk.Easton menundukkan pandangan ke ar
Keduanya saling berhadapan, tidak ada yang mau mengalah.Maggie sepertinya benar-benar mabuk. Begitu membuka mata dan melihat Easton berdiri di depannya dengan wajah muram, dia malah merentangkan tangan sambil bergumam manja, "Peluk ...."Amarah di hati Easton langsung padam seketika. Sudut bibirnya
Upacara peresmian yang dipersiapkan selama dua bulan itu akhirnya berakhir dengan lancar dan sempurna. Berbagai media besar segera merilis siaran pers, sementara warga yang menonton di lokasi juga mengunggah foto-foto suasana acara ke media sosial.Pihak merek asal Pransis langsung membeli hak penuh












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore