LOGINSetelah menghabiskan satu malam penuh kemesraan, Maggie menjadi Nyonya Keluarga Devantara. Tunangannya secara pribadi mengantarnya ke ranjang pria lain, lalu malah menikahi adik angkatnya. Semua orang meninggalkan Maggie dan menindasnya. Dia pernah berpikir bahwa Easton berbeda dari yang lain. Tidak disangka setelah tiga tahun pernikahan, dia dilukai begitu dalam. Anaknya meninggal di dalam kandungan, sementara kekasihnya menantangnya secara terang-terangan. Dia tidak ingin lagi mencintai siapa pun, juga tidak ingin jatuh cinta lagi. .... Easton selalu mengira bahwa Maggie adalah miliknya dan bisa dia perlakukan sesuka hati. Namun, ketika Maggie meninggalkannya tanpa menoleh, dia benar-benar panik. "Easton, sadarlah. Hubungan kita sudah lama berakhir." Easton menahan air mata di pelupuk matanya. Dia menolak, "Aku nggak mau hubungan kita berakhir." Kali ini, Maggie memilih untuk mengikuti kata hatinya. Dia memberanikan diri untuk jatuh cinta satu kali lagi, tetapi hanya sekali.
View MoreEaston melihat jam di pergelangan tangannya. Pukul 9.25 malam.Maggie tenggelam dalam dunianya sendiri. Dia berjalan sambil memegang gelas es krim raksasa itu, sesekali menyendoknya.Ponsel di tasnya bergetar. Dia spontan menjulurkan tangan untuk melihat layar. Begitu melihat siapa pengirimnya, wajahnya pucat.Setelah ragu tiga detik, dia menolak panggilan, lalu mengetik pesan dengan santai.[ Lagi lembur. ]Easton duduk di mobil, membaca pesan itu. Alisnya berkerut sebentar, lalu dia tertawa dingin. Dia menyalakan mobil kembali, melewati semak-semak, mengikuti Maggie dari jarak yang pas.'Wanita bodoh ini keluar rumah kok nggak ada rasa waspada sedikit pun? Diikuti mobil asing sekian lama, tapi nggak sadar sama sekali!' pikir Easton dengan kesal.Dia menurunkan kaca jendela penumpang depan, menekan klakson dua kali dengan cepat.Maggie menoleh dengan penasaran, tepat bertemu dengan mata hitam yang dalam, alis yang tajam, dan ujung mata yang melengkung ke atas.'Easton? Kenapa dia bali
Maggie dan Jilly selesai makan hotpot. Karena Jilly masih harus syuting, dia meminta sopir mengantar Maggie pulang.Maggie tidak menolak. Namun, begitu mobil sampai di persimpangan, dia meminta sopir berhenti di pinggir jalan dan berjalan perlahan di sepanjang trotoar.Bulan Juli di Kota Jostam sedang panas terik. Siang hari panasnya tak tertahankan. Maggie ingin sekali mengatur suhu AC di kantor menjadi yang paling dingin.Malam musim panas berangin sepoi-sepoi, angin dingin menyapu wajahnya. Setelah berjalan beberapa lama, keringat mulai muncul di ujung hidung, Maggie berhenti di depan Dairy Queen. Dia tidak bisa melanjutkan jalan lagi.Waktu periksa kehamilan, dia sempat bertanya kepada dokter kenapa hamil bisa merasa panas di sekujur tubuh dan sering bangun tengah malam untuk ambil es dari kulkas.Dia khawatir, berkali-kali bertanya kepada dokter apakah ini berbahaya bagi bayi. Dokter di rumah sakit swasta sangat ramah, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter tersenyum da
Baik itu pekerjaan ataupun ayah angkatnya ... semuanya terasa sulit diatur.Maggie mencari banyak alasan dalam hati, tetapi satu hal yang tak mau dia akui adalah dia merasa mempertahankan status sekarang pun tidak masalah.Alasan dia ingin menjauh dari Easton adalah karena merasa dia tidak mencintainya dan tidak ingin menghalangi hubungan Easton dengan Jossie.Setelah hamil, tekad Maggie untuk menjauh dari Easton semakin kuat. Dia tidak ingin anaknya lahir di keluarga yang penuh tekanan tanpa cinta, juga tidak ingin menggunakan seorang anak untuk memaksa mempertahankan pernikahan yang tidak bahagia.Namun, Easton sendiri mengaku mencintainya .... Hubungan mereka mulai membaik. Semua hal tampak bergerak ke arah yang positif. Hatinya masih bimbang, jadi pertanyaan Owen tentu tidak bisa dia jawab.Untungnya, Easton sedang tidak ada. Ini memberinya kesempatan untuk bernapas sebentar.Easton sudah dua bulan berturut-turut bepergian untuk urusan bisnis. Dia membawa pulang sebuah proyek kerja
Dalam perjalanan pulang, Easton bersandar pada kursi dengan mata terpejam untuk beristirahat. Sepanjang jalan mereka berdua diam. Maggie memalingkan kepala menatap ke luar jendela. Kelopak bunga sakura berserakan di tanah, terangkat dan beterbangan sejenak saat mobil melaju kencang melewatinya.Ini adalah pertama kalinya dia menemui teman-teman Easton dengan status sebagai Nyonya Devantara. Dia tidak pandai bergaul. Selain Easton, tidak ada seorang pun yang bisa memahami bahasa isyarat.Mereka membicarakan saham, investasi reksa dana, membahas arah kebijakan. Semua itu hanya dipahami Maggie setengah-setengah. Meskipun semasa kuliah dia pernah mengambil mata kuliah pilihan manajemen bisnis, pengetahuan yang didapat dari buku tetap dangkal, tak sebanding dengan pengalaman mereka yang terjun langsung di pasar dengan modal nyata.Sebagian besar waktu, Maggie duduk sendirian di sudut mengupas kulit kacang, hingga kulit-kulitnya menumpuk seperti bukit kecil di atas tisu. Setelah itu, barulah












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore