Saat tatapan Maggie beralih ke pintu lift, satu tangan Easton menahan di sisi pintu sampai urat di punggung tangannya menonjol. Sementara itu, Easton menatapnya langsung dengan sepasang mata hitam pekat yang dalam. Ternyata, tadi Easton yang menahan pintu liftnya.Maggie pun mundur setengah langkah dengan rasa bersalah. Dia tiba-tiba tidak ingin tebal muka dan satu lift dengan Easton lagi, hanya bisa tersenyum dengan canggung. Namun, baru mundur setengah langkah, pinggangnya sudah dirangkul. Dengan satu tarikan kuat, dia sudah ditarik masuk ke dalam pelukan Easton dan sepasang tangan besar Easton menguncinya hingga tak bisa bergerak."Kenapa menghindar? Bukannya tadi kamu rela dijepit lift demi ikut di belakangku? Maggie, sikapmu benar-benar cepat sekali berubah," kata Easton dengan bulu mata hitam yang terkulai. Dia mengangkat kelopak matanya sedikit, lalu menatap Maggie dengan tatapan malas dan sengaja melepaskan genggamannya.Dalam keadaan panik, Maggie yang tidak siap hampir kehila
Read more