“Udahlah, kamu nggak usah cerita soal keburukan istri kamu itu. Aku sudah tenang tanpa kamu sekarang. Jadi jangan ganggu aku lagi,” sela Nisma yang tak mau mendengar penjelasan suaminya, tepatnya, mantan suami. “Sayang–” Tegar berhenti karena Nisma melototinya. “Um, Nis. Aku mohon. Bagaimana cara aku menebus kesalahan sama kamu? Aku nggak bisa hidup tanpa kamu. Walau aku menikahi Ajeng, tetap aja yang kuingat itu, kamu,” kata Tegar memohon. “Gi la kamu ya. Bisa-bisanya kamu mikirin perempuan lain di saat sudah beristri. Pantas aja, cerai lagi dalam waktu singkat,” ejek Nisma. “Bukan itu yang menyebabkan kami pisah,” kata Tegar, lalu cepat menyambung ucapannya sebelum Nisma memotongnya lagi. “Ajeng tak selembut kelihatannya. Dia bukan istri dan menantu yang menurut. Bahkan, sejak keuangan dipegang sama dia, warung nyaris aja pailit. Dia menyelewengkan uang penjualan setiap hari. Warung cabang, bahkan sudah mengurangi banyak karyawan, karena tak sanggup menggaji. Ibu jadi jatuh saki
Last Updated : 2025-11-24 Read more