Setelah makan siang, Arthur dan Rose jalan-jalan di dekat Villa.Udara Puncak siang itu terasa sejuk, berbeda jauh dengan panas kota yang biasa mereka rasakan. Angin berhembus lembut, membawa aroma tanah dan dedaunan yang basah. Langit tampak biru cerah dengan awan putih yang berarak pelan, menambah suasana menjadi begitu damai.Arthur menggenggam tangan Rose dengan lembut saat mereka melangkah keluar dari halaman villa. Ia berjalan sedikit lebih pelan dari biasanya, menyesuaikan langkahnya dengan kondisi sang istri.“Hati-hati ya, jalannya agak menurun,” ucap Arthur sambil mengeratkan genggamannya.Rose mengangguk. “Iya, Pa. Enak banget ya udaranya. Seger. Andai saja udara di Jakarta sama ademnya dengan di sini.”"Beda kondisinya Sayang. Di sana udara tidak sesegar di sini karena banyak bangunan. Tapi di rumah kita juga adem kok karena masih ada pohonnya. Yang menyukai liburan dengan suasana tenang dan ingin dekat dengan alam yang tempatnya paling dekat dengan Jakarta, Puncak ini yan
Read More