共有

Bab 258

作者: Nabila Ara
last update 公開日: 2026-03-06 19:53:38

“Kandungan Nyonya...” Dokter Mala diam sejenak hingga membuat Arthur dan Rose tegang.

“Bagaimana kondisi calon anak kami, Dokter?” tanya Arthur tidak sabar.

Dokter Mala tersenyum. “Alhamdulillah seperti hasil pemeriksaan saya tadi saat di Villa. Kondisi kandungan Nyonya baik-baik saja. Tapi untuk hari ini Nyonya harus banyak istirahat. Yang tidak begitu baik justru kondisi Nyonya Rose sendiri. Saat jatuh pasti Nyonya shock hingga membuat tekanan darah Nyonya Rose sedikit lebih tinggi dari batas
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
Soegi
iklannya diatur dul...
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
kalo ngbentak, okelah masi bsa dianggap itu respon spontan Arthur krn panik Rose hilang . tp kalo sampe mndiamkan n' brsikap seakan hny peduli dgn si kembar drpd istri . kynya itu udh keterlaluan deh Arthur .
goodnovel comment avatar
Cici Ardya
lanjutin dong kk
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 280

    Hari ini Arthur mengajak Rose untuk pergi ke tempat dimana perpustakaan milik Rose yang sedang di bangun. Arthur memang sengaja mengajak istrinya ke sana sekedar melihat progres pembangunan perpustakaan itu. Mumpung hari sabtu dan ia tidak berangkat ke kantor sekaligus ingin mengajak istrinya jalan-jalan karena beberapa kali Rose sudah mengadu padanya jika gadis itu bosan di rumah terus.Tentu saja Arthur berusaha untuk tidak membuat istrinya bad mood. Maklum saja mood ibu hamil itu sangat sensitif dan Arthur tidak ingin buruknya mood istrinya akan berpengaruh pada kesehatan Rose dan janinnya."Pa, masih jauh letak perpustakaannya?" tanya Rose karena sudah dua puluh menit mereka di jalan dan belum juga tiba di lokasi perpustakaan yang dihadiahkan oleh Arthur padanya di bangun.Arthur tersenyum saja karena ia memang ingin memberi kejutan pada istrinya yang memang belum pernah ke lokasi pembangunan perpustakaan itu.Pria itu masih merahasiakan lokasi pembangunan perpustakaan itu."Papa

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 279

    Rose keluar kamar untuk bertemu suaminya yang sedang berada di ruang kerja. Pelan-pelan Rose turun ke bawah karena ruang kerja Arthur berada di lantai satu.Di tangannya ada ponselnya karena ia ingin menunjukkan sesuatu yang baru saja ia lihat.Tokk... Tokk... Tokk....Rose mengetuk pintu ruang kerja Arthur. Meski itu ruang kerja suaminya tapi Rose tidak ingin langsung masuk saja."Masuk..."Terdengar suara Arthur dari dalam mempersilahkannya untuk masuk. Rose pun langsung membuka pintu ruang kerja suaminya.Sementara Arthur yang di dalam ruang kerjanya, ia masih fokus dengan beberapa dokumen yang sedang ia periksa. Dokumen yang Ken kasih padanya itu memang belum sempat ia periksa saat di kantor tadi.Saat mendengar pintu ruang kerjanya di buka, ia mendongak dan terkejut melihat istrinya masuk ke ruang kerjanya.Arthur langsung berdiri dan menghampiri Rose."Sayang. Aku kira kamu sudah tidur." Arthur melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. "Kenapa jam segini be

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 278

    Alana tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sejak mereka keluar dari hotel milik Bramasta grup, senyum di bibirnya tidak pernah luntur.Setelah pertunjukan kembang api selesai, Ken langsung mengajak Alana untuk pulang. Meski besok adalah hari weekend, tapi ia tahu jika Alana pasti lelah karena di kantor tadi banyak deadline yang harus gadis itu selesaikan.Ia menatap cincin yang tersemat di jari manisnya.Ken menoleh sebentar ke arah calon istrinya yang duduk di sampingnya lalu ia kembali menoleh ke depan karena ia harus fokus menyetir.Sebelah tangannya mengusap kepala Alana dengan lembut. "Bahagia banget, Sayang?" Ken tersenyum.Alana mengangguk sembari tersenyum lebar. Lalu ia mendekat ke arah Ken dan bersandar ke bahu Ken meski pria itu sedang menyetir. "Aku memang sangat bahagia karena kekasihku baru saja melamarku tadi. Karena terlalu bahagia sampai senyuman di bibirku tidak bisa aku hentikan. Mungkin nanti aku tidur sambil tersenyum," ucap Alana hingga membuat Ken tertawa.

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 277

    “Alana, be my wife please.”Alana terdiam namun detak jantungnya semakin berdegup kencang. Ia tidak menyangka Ken akan melamarnya malam ini. Ia dan Ken memang sudah berkomitmen akan menjalin hubungan yang serius dan muaranya pada pernikahan. Tetapi ia tidak menyangka akan secepat ini.“Al, aku bukan pria yang mudah untuk merangkai kata-kata manis. Aku mungkin nggak pandai bikin kamu terpesona lewat kalimat-kalimat indah seperti di film atau novel,” ucap Ken dengan suara bergetar namun penuh keyakinan. “Tapi aku janji satu hal sama kamu, perasaanku sangat tulus padamu, Al. Aku memang bukan pria sempurna tapi bersama kamu aku merasakan kesempurnaan itu. Aku ingin menjadi orang yang selalu ada bersama kamu dalam keadaan apapun. Al, jadilah teman hidupku dan rumah untuk aku pulang.”Alana menggigit bibirnya, menahan haru yang semakin meluap. Air mata Alana akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan.“Aku ingin menghabiskan sisa waktuku bersama kamu, Al. Bangun setiap pagi dengan kamu, berbagi ceri

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 276

    “Lagi?” tanya Alana terkejut.Ken mengangguk sembari tersenyum. “Sekarang kita makan saja dulu,” ajak Ken.Mereka pun mulai memakan makan malam yang sudah tersaji di depan mereka. “Kamu suka sama menu yang aku pesan?”Alana mengangguk beberapa kali. Setelah makanan di depannya ini masuk ke dalam mulutnya, Alana memang langsung cocok dengan citarasanya. “Enak. Aku suka. Aku bukan picky eatrer sih sebenarnya. Aku cuma nggak bisa kalau rasanya aneh di lidah. Kayak terlalu pahit, atau aneh banget sampai nggak masuk akal. Tapi selain itu, aku bisa makan apa aja,” kata Alana dengan santai.Ken terkekeh pelan, matanya tidak lepas dari wajah Alana. “Jadi kalau aku masakin sesuatu, kamu bakal mau coba?”Alana menyipitkan mata, pura-pura curiga. “Masalahnya kamu bisa masak apa dulu, Ken?”“Wah, meragukan sekali nadanya. Aku itu bisa masak loh,” ucap Ken yang pura-pura tersinggung.“Benaran kamu bisa masak? Menu apa yang kamu paling jago?”“Aku bisa masak mie instan level chef profesional.”Ala

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 275

    Alana melihat penampilannya di depan cermin. Ia baru selesai siap-siap, mengaplikasikan make up tipis hingga semakin membuatnya cantik. Aslinya Alana memang cantik dan saat ini semakin cantik. Rose dan Alana, dua sahabat itu sama-sama memiliki visual yang cantik hanya saja diantara mereka berdua berbeda di aura kecantikan saja.“Perfect,” gumamnya sambil tersenyum.Malam ini ia di ajak Ken untuk makan malam di luar.Alana memakai dress bewarna navy yang panjangnya di bawah lutut. Rambutnya sengaja ia gerai saja.Tadi Ken bilang akan menjemputnya pukul tujuh malam, dan saat ini baru jam enam lewat lima puluh menit.“Sepuluh menit lagi. Ken mau ajak aku makan malam dimana ya? Biasanya Ken pasti bertanya mau makan malam dimana. Mungkin kali ini Ken yang memilih sendiri tempatnya. Hmm... Semoga dress yang aku pakai cocok dengan tempat yang Ken pilih,” ucap Alana.Ia duduk di kursi yang tidak jauh dari jendela kamar, lalu ia membuka ponselnya dan melihat status Rose di aplikasi hijau.“Aku

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 89

    "Ahhhhh...""Ohhhhh..."Tubuh Rose dan Arthur sama-sama bergetar saat mencapai klimaks bersamaan.Napas mereka sama-sama terengah, Arthur masih menahan tubuhnya supaya tidak menimpa tubuh Rose.Lalu pria itu menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Rose."Terima kasih, Sayang." Arthur mencium kening R

    last update最終更新日 : 2026-03-22
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 81

    Seminggu berlalu sejak kejadian Bi Arum menemukan kaleng kecil, isi dari kertas yang ada di kaleng itu membuat Rose mengkhawatirkan keadaan Zumi lalu membuat Arthur kesal karena cemburu.Rasa kesal itu yang pria itu lampiaskan dengan membanting guci koleksinya dan berakhir pecahan guci itu melukai

    last update最終更新日 : 2026-03-22
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 88

    Arthur membaringkan Rose di atas ranjang dengan begitu hati-hati seolah gadis itu benda yang mudah pecah jika ia meletakkan dengan sembarangan.Tatapan Arthur yang begitu mendamba melihat tubuh yang begitu seksi di depannya.Pria itu kembali berdiri untuk melepaskan kain yang masih menutupi tubuhny

    last update最終更新日 : 2026-03-22
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 84

    Arthur awalnya hanya terdiam, mencoba memahami saat Rose tiba-tiba menubruknya dengan pelukan begitu erat. Tapi ketika bibir Rose menempel pada bibirnya dan melumat bibirnya, ciuman yang begitu hangat dan terasa asin oleh air mata Rose yang mengalir.Saat Rose ingin melepaskan ciuman, Arthur langsu

    last update最終更新日 : 2026-03-22
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status