Sita tersenyum kecil melihat keseriusannya.“Pertama,” Bumi memulai, “kalau kau ingin main di luar negeri, jangan buru-buru memikirkan karier. Pikirkan dulu: cerita apa yang ingin kau bawa? Banyak aktor bagus. Banyak yang tampan, bertalenta, pekerja keras. Tapi dunia akan lebih tertarik pada aktor yang punya suara, bukan sekadar kemampuan.”Mahesa mengangguk pelan. “Suara… maksud Kak Bumi, identitas seni?”“Identitas dan disiplin,” lanjut Bumi. “Di Amerika, mereka terbiasa dengan aktor yang benar-benar menghadapi proses panjang. Berbulan-bulan riset. Latihan dialek. Memahami akar emosinya. Mereka menuntut kedalaman, bukan hanya performa. Jadi sebelum kau menembus sana, bangun dulu kebiasaan: mendalami manusia sebelum memerankan manusia.”Sita menimpali, lembut namun mengena, “Dan pastikan kau siap menghadapi kesendirian.”Mahesa menoleh ke Sita, sedikit terkejut oleh nada kalimat itu.
Last Updated : 2025-12-06 Read more