Bab 430: Semoga Matahari Menyinari Limestone Aula Pertemuan Black Iron Council terasa sangat sesak, dengan lima ratus kursi kayu keras yang dijejalkan rapat-rapat, bahkan Anda harus melihat ekspresi wajah orang di sebelah Anda sebelum bisa memutar bahu sedikit saja. Pintu samping kemudian didorong terbuka. Cahaya matahari mengalir masuk melalui celah pintu, dan Draven berjalan menuju podium, menghadap fajar yang menyingsing di luar jendela. Ia mengenakan jubah gelap, tanpa hiasan emas atau dekorasi berlebihan, hanya sebuah lencana sederhana yang tersemat di kerahnya. Cahaya pagi jatuh di garis bahunya, dengan jelas menguraikan seluruh siluet tubuhnya. Suara-suara gaduh di ruang dewan mereda dengan sendirinya. Draven berhenti, tatapannya menyapu penonton. Lima ratus wajah, hampir berimpitan, beberapa masih muda, beberapa tampak lelah, beberapa dengan mata tajam, dan beberapa masih berusaha menyesuaikan diri... Ia melihat sekeliling,
Read more