Ada saatnya kau tidak lagi yakinsiapa yang sedang berbicara di dalam kepalamu.Dan malam itu…aku tidak tahu apakah itu aku, atau dia.Sejak menemukan catatan kecil bertuliskan huruf “P”, pikiranku tidak pernah benar-benar tenang.Pagi datang tanpa terasa.Aku duduk di tepi ranjang, menatap danau dari balik jendela kamar. Kabut tipis menggantung di atas permukaannya tenang, seolah tidak pernah menjadi saksi sesuatu yang hampir merenggut nyawa.Atau mungkin memang merenggut satu.Tanganku menyentuh dadaku.Aku masih di sini.Tapi kadang… aku merasa tidak sendirian.“Apa yang kau pikirkan?”Suara Leonard membuatku menoleh.Ia berdiri di dekat lemari, mengenakan kemeja putih, lengan tergulung sampai siku. Wajahnya belum sepenuhnya siap menghadapi hari, tapi sorot matanya sudah penuh waspada.“Danau itu,” jawabku jujur.Ia terdiam sesaat.“Aku sudah memeriksa ulang laporan hari itu,” katanya akhirnya.Aku menegang.“Apa yang kau temukan?”“Tidak ada saksi langsung,” jawabnya. “Hanya penj
Terakhir Diperbarui : 2026-01-30 Baca selengkapnya