Aku terbangun sebelum matahari benar-benar naik.Tidak ada mimpi buruk. Tidak ada teriakan.Justru sebaliknya—kepalaku terasa terlalu jernih, seolah-olah semalam aku baru saja menata ulang kepingan-kepingan diriku sendiri.Aku duduk di tepi ranjang, menatap kedua tanganku.Tangan Elira.Putih, halus, selalu terlihat seperti milik seseorang yang tidak pernah melakukan pekerjaan kasar. Seseorang yang hidupnya diatur, dilindungi, tapi juga… dikurung.Elira, apa yang sebenarnya kau rasakan sebelum jatuh ke danau itu?Bayangan air gelap itu kembali muncul di kepalaku. Dinginnya, beratnya, rasa sesak yang me
Read more