Suara Ryan terdengar berat dan penuh wibawa, "Jeffry, katakan sendiri yang sebenarnya."Bukannya menjawab, Jeffry malah berlari ke arah Yunda, menyembunyikan wajahnya di pelukan ibunya, lalu meringkuk ketakutan.Tatapan mata Ryan menjadi makin gelap, sementara suaranya menajam, "Jeffry, siapa yang mengajarimu bertingkah nggak tahu malu seperti ini?"Alis Susan berkedut pelan.Jadi, kali ini Ryan benar-benar berada di pihaknya?Yunda yang tidak tahan lagi, langsung menyela dengan suara pelan, "Ryan ...."Ryan tetap menatap tajam pada anak di pelukan Yunda itu, sementara suaranya merendah sekaligus penuh ancaman, "Jeffry, ini peringatan terakhir dariku. Apa kamu masih mau membangkang?"Tiba-tiba, tangisan histeris keluar dari mulut Jeffry, "Nggak, nggak! Ibu, Ibu ...."Hati Yunda terasa hancur ketika melihat putranya seperti ini. Dia mendekap tubuh kecilnya erat-erat. "Ryan, Jeff masih kecil, jangan membentaknya seperti itu. Kita bisa mengajarinya pelan-pelan nanti."Semua sudah sampai d
Baca selengkapnya