Susan sedikit tertegun, lalu dia menoleh untuk menatap Daniel.Daniel menaikkan alisnya ke arah Susan, lalu berbisik, "Biar aku yang menanganinya."Sudut bibir Susan terangkat sedikit.Harus diakui, perasaan memiliki seseorang yang mendukungnya seperti ini sungguh terasa sangat nyaman.Senyum di wajah Yunda langsung membeku. "Susan, apakah pria ini ... pacarmu?"Baru saja Susan hendak menjawab bahwa itu bukan urusannya, tetapi Daniel tiba-tiba merangkul bahunya, menariknya ke dalam dekapan pria itu, lalu menyahut dengan suara lantang yang penuh percaya diri, "Benar sekali, aku adalah pacar kesayangan Susan-ku."Susan-ku?Sudut mulut Susan berkedut.Namun, dia tidak menghentikan Daniel. Dia tahu bahwa terkadang mulut Daniel bisa sangat berbisa hingga membuat orang lain tidak bisa membalas.Daniel tersenyum lebar sambil berkata, "Mohon maaf, aku ini orang yang paling nggak bisa melihat Susan-ku diperlakukan nggak adil. Jadi, bicaraku mungkin agak sedikit kasar. Aku harap kamu nggak tersi
Magbasa pa