Ryan tidak memberikan jawaban langsung. Dia hanya menatap Susan sambil berkata, "Pulanglah dulu.""Aku mengerti." Susan tersenyum simpul. "Pak Ryan, kamu benar-benar sudah memperluas wawasanku."Alis tebal Ryan sedikit berkerut, sementara bibir tipisnya bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu.Susan menunggu beberapa saat, tetapi tetap tidak ada kata yang keluar dari mulut pria itu.Senyum di sudut mata Yunda tampak melebar hingga ke pelipis. Begitu pula dengan Feny, yang menatap Susan dengan pandangan mengejek sekaligus kasihan.Susan mengangguk pelan, sementara suaranya terdengar sangat tenang, "Kalau begitu, selamat tinggal."Setelah mengatakan kalimat itu, dia berbalik untuk pergi. Langkahnya begitu tegas, tanpa keraguan sedikit pun.Yunda tersenyum simpul. "Ryan, sifat Susan memang agak keras, jadi jangan terlalu dipikirkan. Bagaimanapun juga, dia nggak tahu betapa pentingnya Kelinci Hitam Putih bagi kita. Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Ayo kita bawa Jeff tidur, oke?"Butuh wa
Magbasa pa