Jeffry mengerucutkan bibirnya, lalu menatap Susan dengan sorot mata yang penuh amarah. "Aku nggak peduli!"Susan melirik bocah itu sekilas, lalu berujar dengan acuh tak acuh, "Aku nggak punya waktu berurusan dengan anak kecil. Aku pergi dulu."Bagi Susan, Jeffry hanyalah seorang anak kecil.Urusan memberinya pelajaran bisa dilakukan pelan-pelan nanti.Selesai berbicara, Susan benar-benar meninggalkan Ryan, langsung melangkah menaiki tangga sendirian.Ketika melihat itu, mata Jeffry membelalak. Dia segera berlari, hendak mengejar Susan. "Nggak boleh! Kamu nggak boleh naik ke atas!"Ryan memberikan isyarat mata kepada pelayan di sampingnya. Pelayan itu dengan sigap menahan bahu Jeffry. "Tuan Muda, mari kita dengarkan perintah Pak Ryan. Jangan naik ke atas, oke?"Saat Jeffry hendak meronta, suara berat Ryan terdengar di atas kepalanya, membawa tekanan yang menyesakkan, "Jeffry, kamu makin nggak punya sopan santun."Sorot mata Ryan begitu tajam dan dingin, hingga membuat Yunda tiba-tiba me
Read more