Susan menggosok matanya, sementara suaranya terdengar tidak jelas, "Apa yang kamu bicarakan?"Yunda menggertakkan giginya. "Berhenti bersandiwara! Susan, kamu sudah sadar sekarang, 'kan? Jangan berakting lagi, itu memuakkan."Kening Susan berkerut kesal, lalu dia meninggikan suaranya, "Ada apa denganmu? Apa yang kamu bicarakan? Aku benar-benar nggak mengerti!"Yunda melangkah maju, sementara tangannya terjulur untuk mencengkeram kerah baju Susan. "Susan, kamu ….""Yunda."Begitu suara Ryan terdengar dari arah belakang, sekujur tubuh Yunda menegang. Lengannya yang tadi mencengkeram kerah baju Susan pun mendadak kaku dan perlahan turun.Tubuh Susan yang sempat tertarik ke atas kehilangan keseimbangan saat dilepaskan. Dia terjatuh dari kursi ke lantai dengan bunyi keras, lalu erang lirih menahan sakit terdengar.Keringat dingin mulai muncul di kening Yunda. Dia langsung bergegas membantu Susan untuk berdiri.Yunda berujar dengan suara yang mendadak lembut, "Ayo, Susan, pelan-pelan. Hati-h
Read more