Adithama menatap Kirana dengan sangat tajam, ia berjalan mendekati wanita itu dengan perlahan hingga Kirana mundur dengan perlahan, menelan ludahnya dengan kasar, ekspresinya terlihat begitu panik.“M-mas kamu mau apa?” tanya Kirana dengan waspada.Adithama menyeringai sinis melihat wajah panik Kirana. Hingga tubuh wanita itu membentur tembok, tangan Adithama langsung mencekik leher Kirana dengan kuat hingga wanita itu kesulitan bernapas.“M-mas lepas! K-kamu gila ya!” ucap Kirana mencoba bersuara walaupun suaranya sangat sulit untuk ia keluarkan.“Wanita brengsek! Saya sudah mencurigai kamu sejak lama ternyata benar kamu adalah dalang di balik kematian Maria,” ucap Adithama dengan tajam.Mendengar itu Kirana sangat terkejut, ia mencoba untuk bersuara tetapi cekikan Adithama kepadanya semakin kuat.“Uhuk…uhuk… A-apa yang kamu katakan, Mas? L-lepaskan aku!” ucap Kirana mencoba menyangkal, wajahnya memerah, pasokan udaranya kian menipis.Lehernya terasa sakit, dengan sekuat tenaga Kiran
Terakhir Diperbarui : 2026-01-06 Baca selengkapnya