Damian menatap istrinya yang kembali terlelap dengan dalam, ia hampir kehilangan istrinya, ibu dari anak-anaknya.“Kalau mau istirahat silahkan, Damian. Biar Mama yang jaga Aland dan si kembar,” celetuk Aryana yang merasa jika Damian butuh istirahat.“Nanti Mama kerepotan jagain ketiga anak kami, Ma. Sebentar lagi pengasuh mereka datang kok,” sahut Damian yang masih merasa canggung memanggil Aryana dengan sebutan Mama.Aryana berdecak kesal. “Enggak lah, mereka semua cucu Mama. Mama malah senang menjaganya. Kasihan kamu belum istirahat, ikut tidur sama Elena sana. Kasurnya juga besar kan cukup untuk kalian berdua.”Damian menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal, setelah Jessica siuman rasa kantuk yang tadinya hilang memang berdatangan. Ia ingin berbaring di samping Jessica, tetapi ia segan karena Papa dan kedua mertuanya juga ada di sini, tak enak jika ia harus mengusir mereka semua.“Iya, Ma.”“Oo iya. Kapan kamu dan Elena memberitahu kami nama anak kalian?” tanya Arthur pe
Dernière mise à jour : 2026-01-18 Read More