Wajah David tampak tenang, setiap ucapan Lina selalu dia iyakan.Lina tahu, meskipun David mengangguk setuju, saat membeli sesuatu David tetap saja tidak ragu mengeluarkan uang.Beberapa kali sebelumnya dia juga begitu."Jangan cuma bilang iya, tapi tetap nggak dilakukan..."Kalimat itu belum selesai, Lina sudah melihat Sam dan Alan yang tampak jauh lebih kurus.Dia terhenti sesaat, lalu kembali bersikap biasa dan melanjutkan ucapannya, "Kalau nggak, uangnya kamu titip saja ke aku. Nanti setelah pulang baru kukembalikan. Kalau nggak begitu, aku nggak ikut pergi."David tersenyum ramah. "Oke."Dia langsung merogoh dompetnya.Saat berpapasan, bibir Sam bergetar, suara seraknya memanggil nama yang telah terpatri dalam jiwanya, "Lina."Alan juga ikut memanggil lirih, "Ibu."David menoleh ke arah Lina, tetapi Lina bertingkah seakan tidak mendengar dan malah mendesak David, "Cepat, nanti bukunya keburu habis."David menjawab singkat, lalu menyambar kesempatan untuk menggenggam tangan Lina da
Read more