Short
Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

By:  EviCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
15Chapters
19views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Lina, apa sudah kamu pikirkan baik-baik, setengah bulan lagi kita berangkat ke ibu kota?" Lina Watson menjawab pelan, tetapi tegas, "Ya." "Baguslah! Guru dan istri guru sudah menunggumu di ibu kota." Di seberang telepon, guru tidak tahan untuk bertanya lagi, "Tapi kudengar kamu sudah berkeluarga di sana selama delapan tahun, apa kamu benaran rela meninggalkan ayah dan anak itu? Lalu bagaimana dengan Alan? Kudengar anak itu lebih dekat dengan ayahnya. Apa dia mau ikut denganmu?" Lina tersenyum getir. "Alan sudah nggak mengakui aku sebagai ibunya, mana mungkin dia mau ikut denganku. Aku akan membawa Alicia." Sang guru di seberang hanya bisa menghela napas. "Kalau begitu, karena kamu sudah memutuskan, kita bertemu setengah bulan lagi di stasiun kereta ibu kota."

View More

Chapter 1

Bab 1

"Lina, apa sudah kamu pikirkan baik-baik, setengah bulan lagi kita berangkat ke ibu kota?"

Lina Watson menjawab pelan, tetapi tegas, "Ya."

"Baguslah! Guru dan nyonya guru sudah menunggumu di ibu kota."

Di seberang telepon, guru tidak tahan untuk bertanya lagi, "Tapi kudengar kamu sudah berkeluarga di sana selama delapan tahun, apa kamu benaran rela meninggalkan ayah dan anak itu? Lalu bagaimana dengan Alan? Kudengar anak itu lebih dekat dengan ayahnya. Apa dia mau ikut denganmu?"

Lina tersenyum getir. "Alan sudah nggak mengakui aku sebagai ibunya, mana mungkin dia mau ikut denganku. Aku akan membawa Alicia."

Sang guru di seberang hanya bisa menghela napas. "Kalau begitu, karena kamu sudah memutuskan, kita bertemu setengah bulan lagi di stasiun kereta ibu kota."

Setelah kembali mengucapkan terima kasih, Lina menutup telepon dan menggendong putrinya menuju rumah yang terasa asing.

Begitu memasuki kompleks perumahan, dia langsung ditahan tetangganya.

"Eh, acara kumpul-kumpul pabrik sudah dimulai. Lina, kenapa kamu malah pulang? Ayo, ikut lihat, banyak yang sudah menyiapkan penampilan."

Lina refleks ingin menolak, "Pekerjaan rumahku belum selesai..."

"Ah, pekerjaan apa? Acara kumpul-kumpul pabrik cuma setahun sekali. Meskipun kamu nggak mau menonton, Alicia pasti ingin lihat keramaian, bukan begitu, Alicia?"

Lina menatap putrinya yang kecil dan kurus.

Dia teringat bahwa Alicia yang tumbuh bersamanya di desa, tidak pernah melihat dunia luar.

Hatinya terasa perih. "Kalau begitu, ayo kita lihat sebentar."

Lina menggendong putrinya dan mengikuti tetangganya yang memimpin jalan. Belum juga masuk ke aula, suara riuh dari dalam sudah terdengar.

"Pak Sam dan Lili benar-benar pasangan serasi!"

"Lili, kapan Pak Sam mengundang kita ke pesta pernikahannya? Mumpung hari ini banyak orang, suruh saja dia bilang padamu di depan semua orang!"

"Pak Sam, kalian sudah berpacaran cukup lama, kapan mengundang kami makan di pesta pernikahan kalian?"

Lina memeluk erat putrinya dan berniat berbalik keluar.

Namun, tetangganya segera menariknya. "Lina, mau ke mana? Cepatlah, ayo kita juga lihat keseruan kepala pabrik dengan pacarnya!"

Lina menundukkan kepala, wajahnya menampilkan senyum getir.

Seluruh orang di pabrik kendaraan berat itu tahu bahwa Lili Fraser adalah kekasih Sam Houston.

Sementara dirinya hanyalah seorang wanita malang yang tidak bisa bertahan hidup di kampung halaman, lalu datang bersama putrinya untuk bergantung pada Sam.

Semua itu berkat kebaikan Sam. Dia memberi Lina pekerjaan sebagai pembantu di Rumah Keluarga Houston, sehingga memberi Lina jalan untuk bertahan hidup.

Tidak ada yang tahu bahwa dia dan Sam sebenarnya sudah menikah selama delapan tahun.

Di desa, Lina melahirkan dan membesarkan anak-anak, serta merawat mertuanya.

Baru setelah kedua mertuanya meninggal dunia satu per satu dan putrinya Alicia sudah cukup umur untuk bersekolah, Lina membawa anaknya datang menemui Sam.

Di dalam aula, Lili menundukkan kepala dengan wajah memerah.

Suara riuh orang-orang makin keras. "Ayo cepat katakan! Lili adalah putri mantan kepala pabrik, jadi para pekerja di pabrik kendaraan ini bisa dianggap keluarganya. Kalau hari ini kamu nggak mengatakan dengan jelas, jangan harap bisa lolos!"

Sam tertawa lebar dan berkata dengan lantang, "Lili, aku berencana mengadakan perjamuan pernikahan di kantin pabrik pada tanggal 22 bulan dua belas. Kita menikah, lalu bersama-sama merayakan tahun baru. Bagaimana menurutmu? Setelah menikah, kita hidup bahagia selamanya!"

Aula seketika bergemuruh dengan sorak-sorai.

Wajah Lili makin memerah, dia memandang Sam dengan malu-malu.

Kemudian, Sam berdiri di atas bangku dan berkata, "Hari ini semua orang jadi saksi. Kalau suatu hari nanti aku, Sam, melakukan sesuatu yang menyakiti Lili, kalian boleh langsung menghukumku. Aku nggak akan melawan bila dipukul, dan nggak akan membalas bila dimaki."

"Bagus!"

"Mendengar ucapanmu, kami jadi tenang."

"Lili, kamu pasti senang, 'kan? Pak Sam benar-benar baik padamu, dia memberimu pekerjaan ringan, di rumah juga ada pembantu supaya kamu nggak perlu bekerja. Pria sebaik ini bisa-bisanya kamu yang mendapatkannya."

Lina memeluk erat putrinya dan hendak pergi.

Alicia yang kini berusia lima tahun, sejak tiba di pabrik kendaraan selalu merasa takut.

Sekarang, melihat ayahnya hendak menikahi wanita lain, dia tidak sanggup lagi menahan diri dan langsung menangis keras.

Suara tangis anak itu membuat semua orang menoleh.

Di tengah kerumunan, Sam melototi Lina dan berkata dengan marah, "Untuk apa kamu membawanya ke sini? Hari ini semua orang sedang bahagia, kenapa kalian berdua malah sengaja bikin orang jengkel?"

Lina sibuk menenangkan putrinya dan tanpa sadar menjelaskan, "Alicia belum pernah lihat acara kumpul-kumpul, makanya kubawa ke sini."

Wajah Sam sekelebat menunjukkan rasa bersalah, tetapi itu segera lenyap.

Dia mengerutkan kening dan menegur dengan nada kesal, "Kalau datang ya datang saja, kenapa malah menangis! Di hari besar kayak gini malah membawa sial. Kalau kamu nggak bisa mengurus anak, jangan bawa dia ke tempat ramai untuk mempermalukan diri. Cepat pulang, sapu lantai dan lap meja!"

Apa Sam benar-benar tidak tahu alasan anaknya menangis?

Hati Lina terasa beku. Harapan terakhirnya terhadap Sam pun benar-benar sirna.

Masih ada setengah bulan lagi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

No Comments
15 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status