Preston mengangguk sedikit, lalu mengangkat kepala melihat ke arah Alyssa dan yang lainnya. "Kalian bersenang-senang saja dulu, aku pergi sebentar."Erina melihat punggung Preston yang menjauh dan menggeleng sambil berdecak kagum. "Lihat tuh, itu baru namanya pria berkualitas. Ganteng, tinggi, tegap, tahu cara bersikap. Yang paling penting, perhatian sama wanita."Alyssa mendongak melihat Erina. "Kalau kamu suka, kejar saja."Erina langsung melotot. "Kamu bodoh ya? Pak Preston jelas-jelas suka kamu, tertarik sama kamu, terus kamu suruh aku kejar dia? Mau bikin aku jadi badut?""Aku sama Kak Evans saja bisa lihat. Kalau Pak Preston cuma mau jadi tuan rumah yang baik, dia tinggal minta sekretarisnya atur semuanya untuk kita. Ngapain dia harus turun tangan sendiri, bahkan perhatian banget sama urusan kamu?"Erina mendengus kesal. "Kamu ini kenapa otakmu cuma bekerja untuk cinta yang salah? Begitu ketemu pria baik malah otakmu mati total?"Alyssa tidak bisa berkata-kata. Dia memikirkan lag
Read more