Mobil melaju tenang di jalanan kota yang masih ramai dengan lampu malam, tapi di dalam mobil itu, atmosfer benar-benar berbeda. Sunyi. Ophelia bersandar ke jendela, kepalanya setengah menunduk, tangannya memeluk lutut yang sudah ia naikkan ke kursi. Gaun hitamnya masih melekat, namun terasa berat. Edward duduk di sampingnya, tenang, tangan kirinya bersandar santai di sandaran kursi.Edward menoleh pelan, memperhatikan cara Ophelia meringkuk di kursi, seolah ingin menghilang dari dunia. Bibirnya melengkung samar, bukan senyum manis, melainkan sesuatu yang lebih dalam—lebih berbahaya. Ia menggeser tubuh sedikit, condong ke arah Ophelia. Suara rendahnya memecah keheningan, serak, tapi penuh perintah.“Turunkan kakimu, Amor.”Ophelia menoleh cepat, kaget. “A… apa?”Edward menyipitkan mata, jemari panjangnya bergerak ringan, menepuk pahanya sendiri. “Ke sini.”Ophelia membeku, jantungnya berdetak kacau. “Ada Noah di depan.” ungkap Ophelia, setengah panik.”Biarkan dia.” Edward menyela data
آخر تحديث : 2025-10-03 اقرأ المزيد