Ophelia menahan diri sekuat tenaga, air dingin shower sedikit meredakan amarah dalam hatinya. Ophelia hanya memejamkan matanya, membiarkan air dingin shower, mengalir ke seluruh tubuhnya. Air dingin mengalir deras dari atas kepala Ophelia, menelusuri setiap inci kulitnya, menampar lembut permukaan tubuh yang masih terasa panas oleh adrenalin dan amarah. Suara gemericik air memenuhi seluruh ruang mandi.Ia bersandar ke dinding kaca yang dingin, matanya terpejam rapat. Air mata bercampur dengan air shower, mengalir tanpa bisa dibedakan lagi mana yang berasal dari luka di hati, mana yang berasal dari pancuran di atasnya. “Aku muak…” bisiknya lirih, kali ini bukan lagi untuk Edward, tapi untuk dirinya sendiri. Untuk semua hal yang ia biarkan terjadi.Udara di ruangan itu dipenuhi kontras—uap hangat dari bathtub di sisi lain, dan percikan air dingin yang menampar kulitnya dari shower. Dua suhu berbeda, dua dunia yang sama-sama menyiksanya.Dari balik kaca buram, siluet Edward masih tampak
آخر تحديث : 2025-10-23 اقرأ المزيد