Menjelang sore, Ye Tian bersama Su Wan’er melihat pemandangan dari atas puncak Gunung Naga Awan. Awan tipis bergulung di bawah kaki mereka, memantulkan cahaya senja yang keemasan. Su Wan’er menyandarkan kepalanya di dada Ye Tian, merasakan detak jantung pemuda itu yang stabil dan hangat. “Gege, setelah nanti urusan empat sekte besar selesai, aku ingin Gege menikahiku,” ucap Su Wan’er, suaranya lembut namun penuh ketegasan seorang gadis yang takut kehilangan. Ye Tian terdiam sesaat sebelum menjawab, “Wan’er, apa tidak terlalu cepat kita menikah? Apalagi umur kita masih muda.” Su Wan’er mengangkat wajahnya sedikit, matanya yang jernih memancarkan campuran kecemasan dan tekad. “Justru karena kita masih muda… aku takut, Gege.” Ia menggenggam jubah Ye Tian erat-erat. “Aku takut setelah perang itu, setelah semua kekacauan selesai… akan ada wanita lain yang lebih kuat, lebih cantik, atau lebih berpengaruh yang mendekatimu.” Angin gunung berhembus pelan, membuat rambut panjangnya ber
Last Updated : 2025-12-01 Read more