Lonceng pagi Aethelgard masih terus berdentang pelan.DUMM…DUMM…Suara itu menyebar ke seluruh istana yang baru saja selamat dari perang saudara.Namun meski perang sudah berakhir…banyak hati yang belum benar-benar tenang.Di koridor panjang sayap timur istana, para pelayan berjalan sibuk membawa kain, obat, dan air hangat. Bau darah masih samar terasa di udara.Dan di salah satu balkon paling ujung…Ellisha berdiri sendirian.Gaun putihnya bergerak pelan tertiup angin pagi. Rambut panjangnya jatuh berantakan karena malam tanpa tidur.Tatapannya mengarah jauh ke halaman utama istana.Ke tempat para prajurit mulai membersihkan sisa perang.Ke tempat Jagatra berada sekarang.Dari balkon itu…Ellisha bisa melihatnya samar.Jagatra berdiri di tengah halaman bersama beberapa komandan dan tabib kerajaan. Bahunya masih terluka. Pakaiannya penuh darah kering.Namun bahkan setelah semua itu…ia masih bergerak paling depan.
Baca selengkapnya