Ruang rapat utama istana seharusnya dipenuhi suara pena, diskusi, dan laporan para penasihat pagi ini. Namun yang terdengar hanya gumaman gelisah dan langkah-langkah resah. Mereka menunggu. Sudah setengah jam berlalu, tapi Raja David belum muncul.Para pejabat saling pandang.“Paduka Raja tidak biasanya seperti ini,” bisik salah satu menteri.“Sejak Permaisuri pergi,” sahut yang lain lirih, “Beliau seakan tidak fokus.”Di luar pintu, Gita berdiri memegang map laporan. Tangannya terasa dingin. Tugas kerajaan yang seharusnya dipegang Dias kini menjadi tanggung jawabnya, dan itu membuat perutnya terasa seperti diikat. Setiap ia masuk ruangan, tatapan para penasihat selalu sama seperti ragu, menilai, mempertanyakan apa ia pantas berdiri di jabatan itu.Sari, dayang setianya, berbisik, “Nyonya Gita, Anda yakin ingin masuk sekarang?”Gita mengangguk. “Kalau bukan aku, siapa lagi?”Ia membuka pintu. Para pejabat menghentikan percakapan mereka. Ada yang berdiri, ada yang sekadar menunduk. Git
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-11-17 อ่านเพิ่มเติม