Setelah terbangun dari tidurnya, David melangkah ke kamar mandi, menatap wajahnya di cermin. Mata sembab, rambut acak, dan bayangan kelelahan yang menumpuk. “Kau sudah gila, David,” gumamnya. "Kau biarkan wanita lain tidur di pundakmu."Ketika ia keluar, Aruna masih duduk di sofa. Perempuan itu tersenyum sambil berkata,“Maaf ya, aku ketiduran di sini."David hanya menangguk, berusaha tidak menatap langsung. “Ya. Aku juga minta maaf atas ketidaksengajaan ini.”Ia mengambil jas yang tergantung di kursi, menyiapkan dasi, pura-pura sibuk.Aruna bangkit, berjalan pelan menuju pintu. “Aku ke kamarku dulu. Kita punya rapat jam sembilan, kan?”David menjawab, “Ya. Kamu bisa lanjutkan istirahat sebentar sebelum memulai pekerjaan pagi ini.”"Wah ternyata Raja David ini selain ganteng perhatian juga, ya!" goda Aruna. Ia pun lantas menutup pintu dan kembali ke kamarnya.Setelah mandi dan berpakaian rapi, David menyiapkan dokumen untuk presentasi terakhir proyek mereka. Tangannya cekatan, tapi pi
Last Updated : 2025-11-13 Read more