Dari jendela besar kamar hotel, pemandangan gedung tinggi berkilauan seperti lautan bintang. Tapi David sama sekali tidak menikmati itu.Ia duduk di kursi, bahunya terasa berat. Laptop di depannya masih menampilkan laporan proyek yang belum selesai. Di seberang meja, Aruna sedang menatap layar ponselnya, tapi matanya lebih sering melirik David diam-diam.“Udah jam dua belas lewat,” gumam David sambil menutup laptop, mengusap wajahnya. “Besok pagi kita harus presentasi jam sembilan. Tidur sana, Aruna.”“Kamu juga tidur, jangan pura-pura kuat terus," jawab Aruna.David tidak menanggapi. Ia berdiri, meregangkan tubuhnya, lalu berjalan ke arah jendela. “Kota ini sibuk bahkan tengah malam,” ujarnya.Aruna ikut berdiri, melangkah pelan ke sisinya. “Kamu lihat itu?” katanya sambil menunjuk ke lampu-lampu jalan di bawah sana. “Cantik, ya? Tapi, kadang aku ngerasa semua cahaya itu bohong. Orang cuma pura-pura bahagia di bawahnya.”David melirik sekilas, lalu menatap lagi ke luar. “Mungkin bena
Last Updated : 2025-11-11 Read more