Pagi di Taman Fajar Bara tidak pernah benar-benar sama.Ia memang selalu datang dengan cahaya lembut,dengan embun yang setia menggantung di ujung Bunga Rutinitas Kecil,dengan jalur batu yang mengundang langkah tanpa memaksa.Namun setiap pagi membawa satu perubahan kecilyang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang benar-benar hadir.Dan pagi itu,ada sesuatu yang berbeda.Bukan pada cahaya.Bukan pada embun.Namun pada jeda.Seperti ada ruang yang sedikit lebih panjangdi antara satu langkah dan langkah berikutnya.Seperti waktu sengaja melambat,memberi kesempatan pada sesuatu yang selama ini berjalan terlalu cepatuntuk akhirnya bernapas.Nara merasakannya lebih dulu.Ia berdiri di tepi gazebo,memandangi meja yang paling mengenal Anda.Tinta Kesepuluh di tangannya berdenyut pelan,tidak seperti biasanya.Cahayanya bukan hanya hangat.Ia terasa… dalam.Seperti mengingat sesuatu yang belum sepenuhnya selesai.“Ini bukan sekadar pertumbuhan,” katanya lirih.Aline yang duduk di bangku
Leer más